lovely picture

Tuesday, January 22, 2013

Lomba Menulis PTPN X


Prospek Industri Gula bagi Perekonomian Daerah
oleh Nur Isnaini Masyithoh

Pendahuluan
Menurut hasil survei Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI), potensi pengembangan industri gula masih terbuka di berbagai kawasan di luar Jawa, seperti Papua, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Tengah, dengan area seluas 800.000 hektar. Hal ini mendukung salah satu misi pengembangan industri gula yaitu mendorong industri pabrik gula ke luar Pulau Jawa yang sejalan dengan rencana pemerintah 2010-2014 dalam inventarisasi sumber daya lahan yang sesuai pada skala detail di seluruh Indonesia (antara lain Merauke, Tinanggea, Sambas, dan Rumpat).
Gula yang merupakan produk olahan dari hasil pertanian tebu memiliki kisah tersendiri di bumi nusantara. Menurut catatan sejarah, sejak tahun 400-an tanaman tebu telah ditemukan di Pulau Jawa dan Sumatera. Namun, usaha untuk mengkomersialkan tanaman tebu baru dimulai pada abad ke-15 oleh para imigran Cina.
Industri pergulaan mulai tumbuh di Indonesia sejak kedatangan Belanda pada tahun 1596. Kemudian industri gula tumbuh di Indonesia seiring dengan berdirinya perusahaan dagang Vereeniging Oost Indische Compagnie (VOC) pada Maret 1603. Bahkan pada tahun 1929, Indonesia tercatat sebagai negara pengekspor gula terbesar kedua di dunia setelah Kuba. Namun, industri tersebut terus mengalami pasang surut setelah melewati resesi dunia, Perang Dunia II, perang kemerdekaan, dan perebutan pabrik gula dari penguasaan asing.
Hingga tahun 2009 terdapat 61 pabrik gula di Indonesia. Dari jumlah tersebut terdapat 51 pabrik gula milik pemerintah dan 10 pabrik gula swasta yang mencakup wilayah geografis sebanyak 48 pabrik gula di Jawa dan 13 pabrik gula di luar Jawa. Industri gula Indonesia banyak mengalami perkembangan hingga saat ini mencakup industri makanan, minuman, farmasi, maupun alkohol-bio ethanol.
Nasib Petani di Tangan Industri Gula
Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (2011) dapat disimpulkan bahwa pada tahun 2011 pertanian adalah sektor dengan presentase penyerapan tenaga kerja paling besar di Indonesia yaitu 36,76%. Data ini merefleksikan realita kehidupan petani Indonesia pada tahun 2011 dengan jumlah rata-rata petani mencapai 40 juta jiwa. Mereka ini adalah penduduk berusia di atas 15 tahun yang menggantungkan hidup pada lahan pertanian dan hasil panen.


Sumber: Survei Angkatan Kerja Nasional (2011)
Dari berbagai hasil pertanian yang dibudidayakan di Indonesia, tebu menjadi salah satu hasil pertanian yang utama. Menurut data PTPN X dalam hal pencapaian unit usaha gula, produksi gula mengalami peningkatan dari jumlah produksi sebesar 410.817 pada tahun 2010 menjadi 447.008 pada tahun 2011.
Di samping tingkat produksi dari hasil pertanian yang cukup mengandalkan produksi gula dan tebu, keberadaan industri gula menjadi tumpuan hidup para petani tebu maupun karyawan pabrik gula. Sebagai salah satu industri tua yang diwariskan sejak kolonialisme Belanda, pabrik dan industri pergulaan ini menggerakkan perekonomian rakyat kecil. Berjuta tangan setia menggerakkan mesin-mesin tua dengan harapan roda ekonomi dapat berputar.
Graham (2006) dalam tulisannya “Sugar Factory Tourism: Watoetoelis”, mengungkapkan kekagumannnya pada pabrik-pabrik gula yang digerakkan oleh penduduk Indonesia yang kebanyakan laki-laki normal yang menurutnya begitu nrima dan sederhana mengerjakan pekerjaan sehari-hari yang membuatnya berkotor-kotor dengan mesin tua bukan untuk uang yang besar secara nominal karena sebenarnya jumlahnya tak seberapa bahkan seringkali mereka lakukan hanya untuk sebuah kebahagiaan yang sederhana. Dalam bahasanya ia menegaskan, it’s for love, not money.
Pemberdayaan SDM dan Industri Gula untuk Meningkatkan Perekonomian Daerah
Evaluasi yang perlu digarap dari tingginya presentase penduduk yang bermata pencaharian petani di Indonesia adalah masih rendahnya kontribusi dari sektor pertanian terhadap pertumbuhan GDP. Menurut BPS (2011), rank of growth rate of Gross Domestic Product y on y by industrial origin menunjukkan bahwa rata-rata pertumbuhan GDP dari sektor pertanian masih tergolong rendah (jauh di bawah sektor perdagangan, hotel, restoran, transportasi, komunikasi, real estate, maupun jasa).
Oleh karena itu, diperlukan beberapa strategi dalam pemberdayaan SDM dan industri gula untuk meningkatkan perekonomian daerah, di antaranya: (1) pemberdayaan lahan di daerah terutama kawasan di luar Jawa, (2) pengelolaan aspek on farm dan off farm secara optimal dalam rangka revitalisasi existing factories (pabrik gula lama) maupun pembangunan pabrik baru dengan pembinaan secara intense, (3) pengelolaan potensi industri gula bersejarah yang menjadi daya tarik khusus daerah.
Pertama, pemberdayaan lahan daerah khususnya kawasan luar Jawa yang memiliki potensi lahan yang sesuai untuk budi daya tebu. Hal ini sejalan dengan  rencana aksi yang ditetapkan oleh peraturan menteri perindustrian yang menargetkan lokalisasi industri gula ke kawasan berpotensi untuk budi daya tebu seperti Merauke, Tinanggea, Sambas, dan Rumpat. Perlu adanya sinergi dan harmonisasi dari hasil penelitian lahan di lapangan dengan kebijakan serta strategi yang diambil.
Berkaitan dengan pemberdayaan daerah dan lahan lokal, Prof. Mudrajad Kuncoro dalam kuliah Perekonomian Indonesia menyampaikan pentingnya transmigrasi sebagai upaya membangun daerah tujuan sehingga bukan hanya sekadar memindahkan orang dari tempat yang padat ke tempat yang jarang penduduknya. Namun, bagaimana penduduk yang memiliki keterampilan ditempatkan di kawasan yang berpotensi untuk dikembangkan, sehingga pengemabangan kawasan baru selalu berjalan. Pembangunan pabrik gula ke kawasan luar Jawa diharapkan dapat menjadi jalan pembangunan daerah di luar Jawa.
Kedua, pengelolaan aspek on farm dan off farm dengan pembinaan yang intense dalam rangka pemberdayaan industri gula secara optimal. Aspek on farm meliputi pengelolaan lahan, pembibitan varietas unggul, perawatan, dan peningkatan produktivitas tebu. Aspek off farm  meliputi peningkatan kapasitas mesin dan produksi untuk mutu yang unggul, perbaikan manajemen dan kelembagaan, serta peningkatan kualitas SDM.
Ketiga, pengembangan eco-tourism dan cultural-heritage tourism industri gula sebagai daya tarik daerah dalam peningkatan pendapatan daerah. Indonesia memiliki potensi sejarah dan kultural dari banyaknya pabrik gula peninggalan Belanda. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri jika kita dapat belajar dari kejayaan pabrik gula Indonesia di masa lalu dan bagaimana kawasan Carribean mampu mengelola keindahan alam, peninggalan sejarah, serta kultur daerahnya menjadi sebuah objek wisata yang mengagumkan. Indonesia memiliki hal yang serupa dengan ciri khas tersendiri.
Graham (2006) meresapi harmoni kehidupan di Watoetoelis, Jawa Timur, lewat tulisannya. Ia mengungkapkan keelokan yang dihasilkan sebuah pabrik tua dengan pekerja yang setia, pemandangan alam yang menakjubkan, serta kehidupan masyarakat sekitar yang menghidupkan perekonomian di kawasan pabrik dengan berjualan kerupuk maupun makanan lokal lainnya. Hal  serupa dirasakan penulis saat duduk di bangku sekolah menengah dalam studi wisata di salah satu pabrik gula, Madukismo, yang menyiratkan perjalanan panjang mesin-mesin dan bangunan tua dengan gerbong kereta yang bekerja dimakan usia sebagai sebuah perjalanan wisata yang mengagumkan. Pengembangan wisata ke depan dibutuhkan kesadaran masyarakat serta perhatian pemerintah untuk maintenance dan optimalisasi potensi pariwisata pabrik gula sehingga dapat menjadi salah satu penopang perekonomian daerah.
Membangun Kembali Kejayaan Industri Gula Nusantara
Cerita kejayaan pabrik gula Indonesia di masa pendudukan Belanda tidak seharusnya menjadi dongeng nenek moyang. Sudah saatnya pencapaian itu menjadi cambukan dalam membangun kembali kejayaan industri gula di nusantara terutama dalam hal pemerataan pembangunan dan optimalisasi potensi daerah yang sesuai untuk pengembangan budi daya tebu maupun industri gula. Target jangka panjang pemerintah (2020-2024) untuk menjadi negara produsen gula yang dapat memasok ke negara-negara lain semoga bukan menjadi impian di siang bolong. Oleh karena itu, sasaran jangka pendek dan jangka menengah perlu dijalankan sungguh-sungguh yaitu pada tahun 2014 fokus pada pemenuhan kebutuhan konsumsi gula dan industri dalam negeri serta pada 2015-2019 fokus pada pengembangan, restrukturisasi, dan ekspor. Semoga industri gula nusantara semakin berjaya!




Referensi

Graham, Duncan (2006), “Sugar Factory Tourism: Watoetoelis”. http://indonesianow.blogspot.com/2006/08/sugar-factory-tourism-watoetoelis.html. Diakses 19 Januari 2013.
Kemenperin (2012) “Dorong Perekonomian Daerah” http://www.kemenperin.go.id/artikel/4685/Dorong-Perekonomian-Daerah Diakses 19 Januari 2013 1:29 WIB
Kuncoro, Mudrajad. 2009. Mahir Menulis. Jakarta: Erlangga.
Masyithoh, Nurafiati, dan Zahra. 2012. “Makalah Perekonomian Indonesia: Sudahkah Kita Merdeka?” 
PTPN X, “UUS Gula”. http://www.ptpn10.com/Vpage.aspx?id=17. Diakses 19 Januari 2013.

Monday, January 21, 2013

BREAK A LEG!

BISMILLAH...

UAS!

OPERA!

FAREWELL AND BRAND NEW -SEF!

SPONSOR ASTW!

BEYOND BANTUL!

FOREIGN, LEARN JAPANESE!

JILBAB TRAVELER

PADZPRENEUR 23 JAN!

BOOKS: ANTONIO SYAFII, JILBAB TRAVELER, HABIBI AINUN

IPK CL

ANTOLOGI HARMONI

PHILIPPINES

IASC2013

SEF MENYAPA

SMART MEDIA-G+

ACICIS

BUSINESS OPPORTUNITY, CULTUREPRENEUR :) ANY? START! BUILD THE BRIDGE, BUILD THE NETWORK

GE SCHOLAR!

MENULIS!

Januari: PTPN X, Opera, Puisi, Antologi :)))

AKUNTANSI;ECONOLITERATURE WHY NOT?
YOU KNOW WHAT YOU JUST NEED TO LEARN HARDER! WORK HARDER! YOU KNOW WHAT WHEN YOU DREAM, DREAM HIGHER, EVEN IF YOU FALL, EVEN IF YOU CANT CATCH AT LEAST YOU FLY AND CAN FLY HIGHER :D







My Short Guide to the Beginning


Bismillah...
Selepas menyelesaikan satu urusan, melangkah lagi, selangkah demi selangkah, hingga berlari... berlari... terus berlari, hingga hilang semua rasa dan prasangka, karena hanya Dia, hanya Dia yang kau tuju!! Kepada-Nya saja!
UAS semester tiga akhirnya telah berhasil dilalui... Rasanya beban ini sedikit terkurangi. Ya Allah selamatkan semester ini, semoga lebih baik, lebih memperbaiki diri, tambah sadar lagi kalu ilmu ini masih terlalu dangkal, dan semua impian itu hanya dapat terwujud dengan kesungguhan, doa, dan kerja keras. Man jadda wa jadaa...
Semalam ketika menamatkan buku Manajemen Keuangan yang diteskan pagi tadi pukul 7.30, satu lagu yang melarutkan saya, Aku Beranjak Dewasa, lagu lama yang dipopulerkan oleh Sherina kecil ini menyentuh sekali. Playlist itu pun berputar berkali-kali. Daleemm banget, menambah suasana haru dan rindu pada ibu, meski seringkali aku tak tau apa yang kurasakan dan bagaimana bisa aku seorang tak berguna ini bisa membahagiakannya. Aku tak tau ibu, kau selalu membuatku menjadi seperti seorang pujangga yang kehilangan kata-kata. Biarlah aku mengukir senyum di hatimu dengan caraku.
Semoga hidup ini kulalui dengan hati; yang seterang bintang-bintang, indah bertaburan;  tanpa kecewa, amarah, prasangka. Dan semoga selalu kujalani perintah-Mu. Tuhan, bimbinglah diriku. Penuh Kasih, Yang Maha Pengasih. Doaku selalu di malam ini. (Aku Beranjak Dewasa-Sherina)
Sobat semua, bulan Januari ternyata sudah separuh berlalu. Hingar bingar tahun baru sedikit demi sedikit mulai surut, seperti hujan tadi malam yang tiba-tiba turun disertai guntur yang menyambar. Deras airnya surut begitu saja bersama waktu. Merembes ke dalam tanah. Hilang seperti tak pernah ada.
Hahaha, ini penulis skenarionya sedang gila Sob, memecah keheningan dan keterhanyutan kalian. Ya udah lah ya, separuh berjalan bukan berarti tak bisa lagi mengejar. Ini sedikit kesempatan luang untuk menata hati, semangat, dan kekuatan baru untuk melaju. Ini semoga menjadi koreksi dan motivasi pada diri ini.
Bismillah, di tahun yang semoga menjadi tahun-tahun yang lebih baik lagi J
1.       The Beginning and The End. Allah. Entah bagaimana caranya, lakukan mulakan dan akhirkan untuk-Nya. Perbaiki hati. Jangan diam saja menunggu. Mau sampai kapan? Mumpung Allah masih memanggilmu. Perbaiki akhlakmu, pahami lagi apa yang menjadi fitrah manusia. Apalagi jika tidak menata hati, menata diri, jaga dia dengan dzikir, tilawah, salat dan puasa, semampu dan seteguh hatimu. Jangan lupa juga hal remeh temeh, senyum kek, salam kek, jangan bete mulu dong :p
2.       Perbaiki gaya belajar dan motivasi diri. Meskipun Akuntansi bukan bagian dari favoritmu, toh di sana ada rahasia di balik angka-angka J  trus juga, belajar aja hal-hal yang menurutmu menarik di fakultas ini, barangkali kamu bener2 in to it J toh nggak ada ruginya belajar sesuatu itu. Yang jelas, Allah kuatkan kami di jalan ini, semoga ada jalan-Nya.
3.       Terapin dikit2 ilmu yang dah didapet, gampangnya ini laporan keuangan pribadi. Haha. Mana ada anak akuntan laporan keuangannya kacau. Jadi yaa malu lah ya, toh akuntansi mbantu kita jadi tertib plus hemat.
4.       Baca tulis baca tulis. Baca buku teks sebelum kuliah tuh penting beud. Lebay, serius deh, biar nyambung pas diterangin dosen plus bisa lebih aktif, plus lagi nyicil materi buat ujian. Perbaiki lagi gaya belajar dan mood belajar. Jangan lupa, perkaya bacaan sastra dan ekonomi Islam J Nulis blog ditingkatkan, kalu kemarin minimal perbulan ada 2 tulisan, sekarang per pekan minimal 1. Dalam satu bulan harus ada tulisan ekonominya. Baru sastr dan curhatan nggak jelas.



Sunday, January 13, 2013

A New Year Letter


Bantul-Yogyakarta, 6 January 2013
Dear Mom, Lili, Kiran, Papa, Jo, and Fer,
Happy new year :D It’s still new year right?
How are you? I hope you are doing well. I wrote this letter as I couldnt figure out how to connect the skype with my new internet coupon at my home.
I got home this evening at my family's house and planned to skype. However, after 2 hours working on setting up the connection I was only able to make two posts on my fb timeline. Then the connection was reset over and over. Lately I changed into a new internet card but apparently it doesnt have good internet connection at my family's house only work well with good signal at my boarding house near the campus. Instead, the older card was better. Then, the signal went on and off. I am really sorry to disappoint you all. As an exchange, would love to share some part of my life through this kind of letter. And I hope to hear some of yours as well J
Anyway, how was the year 2012 going? Well, I hope it was wonderful and this coming year 2013 may it be good beginning to start. I would love to hear the stories anything. Let me begin with my self. Right now I am in my third semester. I have just moved to a new boarding house, not necessary like a boarding house since me and three friends of mine rent that house together. I feel like I have a new family. The house is a small but  nice one. In that rent house, I stay with Lilis-sophomore like me, Sri-Junior, and Tifa-Junior.
Lilis-sri-me
I would love to share some pictures of my friends when last December we had a camp at the beach village near my home. It was cool with the games and outbond. The location is strategic with three beaches we walk and go for the outbond. The beaches are Pandansari, Goa Cemara, and Kwaru. They’re like an interconnected one. It was so much fun with the night performance and the fire, playing water ball, throwing plastics of water against other team.
Here’s also pictures of my family when we gather last Eid at our grandpa’s  (my dad’d parents house). However my dad’s parents ahve all passed away, so the family each year just came to the house to get reunion. This picture was taken at Ujung Negoro Beach, you might want to see J

My sister Fitri-my cousin Elis and the little boy my cousin Gagah-my mom in pink-my uncle Tiyok and the her daughter Haira-me-my dad-my cousin Fadel-my auntie Tatik

My sister is finishing her diploma-4 or the same degree with bachelor. I am having my final exam. Three semesters have passed. But honestly I still cant get into Accounting. I dont have enough passion to totally go for it. Never know why. My grade is still considered cumlaude. But you know how the feeling when you get through something you havent really enjoyed while at the same time trying to love it. Fortunately, I can still enjoy more on Development Economics, learning about the regional economic development and the world, more interesting for me, than making journals of accounting. Because of that, I havent thought clearly where to go after this especially if I really decide to continue studying Accounting since I havent really got into it. I wold probably change direction though. I hope I find what best fits me after hopefully finishing this major. However, I will need to talk with may parents more intense since they really put big expectation towards my current major.
Finally, thank you for reading the letter. I really need to catch up what Walla walla and the family has been doing, and I hope you would love to share some too J I wish you all had a great time!
Love,
Isna.



Wednesday, January 2, 2013

Just A Repost :) A Secret Admirer of The Petrichor

Ada hal yang patut dirayakan malam ini. Bukan tiupan terompet dan nyala kembang api pergantian tahun. Tetapi riuh rendah suara hati yang bermuhasabah menghisab diri. Sejauh mana kaki melangkah di penghujung tahun ini.
Ada hal yang patut dirayakan malam ini. Bukan ingar bingar suara tawa di tengah bebakaran. Tetapi keterdiaman di sudut sepi. Antitesis dari terlalu berlebihnya menurutkan kata hati, berpanjangnya canda, dan keterlenaan bermain-main.
Ada hal yang patut dirayakan malam ini. Tentang kebersamaan kita. Adakah ia tepat di jalan-Nya ataukah hanya wujud keegoisan semata. Bukankah sebaiknya untuk tak saling menyakiti? Terlebih menyakiti diri sendiri.
Ada hal yang patut dirayakan malam ini. Bukan tentang begitu ajaibnya resolusi tahun baru. Tetapi justru jejak yang tertinggal di masa lalu. Segala yang belum tertunaikan, masalah yang belum terpecahkan, dan amanah yang belum terselesaikan.
Ada hal yang patut dirayakan malam ini. Terduduk di sudut kamar. Sepi. Menyendiri. Hanya ada aku dan Dia. Serta rinainya hujan yang membawa berkeping-keping doa.
“Tuhan, kutitipkan begitu banyak permintaan di malam ini. Lewat Mikail yang sedang menebarkan aroma wangi tanah basah. Berpuluh doa khusus untuk mereka yang berada di sekelilingku. Sepenuh hati, akan kusebut nama-nama mereka satu per satu. Kumohonkan pada-Mu, semoga Kau ridho.”
Ada hal yang patut dirayakan malam ini. Tentang sebuah janji pada diri sendiri…
Jogja, penghujung tahun 2012, 09:58 pm
di-post oleh The Petrichor, blog favorit saya puchsukahujan.wordpress.com
 

Sejak sebelum punya blog sendiri, saya adalah seseorang yang hobi blog-walking. Dan saat itulah saya merasa nyaman setiap kali mampir di blog satu ini. Mengenalnya saja tidak, tapi sungguh saya merasa nyaman. Blog seorang pecinta hujan. Blog yang banyak memberi ruang rehat ketika dunia terasa amat penat. Dan dari sanalah saya ingin membuat persinggahan yang sama, blog pribadi. Terus menulis kakak, saya ini penggemar blog anda. Terima kasih sdh banyak memberi ruang ketenangan di blog yang indah ini:))

Monday, December 31, 2012

2012 Review and 2013 Outlook :)

Highlights 2012
Januari -  meniatkan pembuatan blog nurisma-najma.blogspot.com, mulai dari belajar wordpress akhirnya mutung karena bingung dan beralih ke blogger, lalu menentukan nama yang tepat. Hmm nama Nurisma sendiri yang terpikir pertama, nama ini sudah dibikin iseng saat masih SD.

Ceritanya saat masih alay, aku suka bikin nama2 panggilan sendiri, alasannya lebih enak dan simple. Beberapa yang tak buat jaman SD, ada NIM, Nurisma, Masyi (ini pas ngefans berat sma Maisyi, Ci Luk Ba banget deh jaman kecil saya), Aini (ini lupa ceritanya, yang jelas Isna temanku ngambil nama bagia belakanng dari Isnaini menjadi Nain, jadinya aku dapet bagian depannya- Aini, The Ai, The Kwek (ini ceritanya kami bertiga bikin kelompok angsa2an isna temanku The Kwok, ana temenku The Kwik, jadi aku The Kwek), The Nyunyi (kalu ini nama ayam betina piaraanku dulu, gak tau gimana bisa jadi nama panggilan anak2 sekelas --", Nur, Ithoh, Masyithoh, bahkan sebutan "Isna dobel/Isna kuadrat" (haha ada2 aja, karena ada dua Isna, Isna sahabatku juga dari kecil). SMP akhirnya aku banyak dipanggil Isna karena mulai nggak alay jadi tau cara memeperkenalkan diri dengan baik dan benar, official name gitu, simpel indah memorable. Meski gue ngalah lagi deh, ada dua Isna di kelas. Masyithoh jadi alternatifnya, hingga akhirnya teman2 tiga tahun smp Kelas Bilingualku yang menamai dan memanggilku dengan panggilan paling sayang menurutku, "IBUK" :") Bahkan Pak Zam dan Bu Azizah, dua orang yang kami anggap orang tua sendiri, ikut2 manggil aku ibuk, ide siapa lagi kalu bukan ide Putet yang lucu dan cantik, anak pertamaku (lhoh?) karena yang mempelopori ngasih panggilan itu dia. Thanks ya Putet :D

Nurisma Najma sendiri memiliki makna yang filosofis. Nurisma selain nama bikinan jaman kecil itu, merupakan singkatan dari nama panjangku. Kalo Mas Arkhadi, Bapak KIRPPAD menafsirkan dengan kreatif, nurisma artinya cahaya dari sebuah nama. Sedangkan Najma dipilih menjadi penyambung Nurisma karena Najma berarti Bintang. Bintang adalah benda di langit (luar angkasa) yang mampu memancarkan sinarnya sendiri dengan begitu cahanya menerangi kegelapan di sekitarnya. Semoga dengan nama ini Nurisma bercahaya, memeberikan cahaya dan manfaat kepada semesta.

Februari - Bulan Menulis#2 Ini acara gedhenya KPP untuk kedua kalinya. Kami mengundang Mbak Hanum dan Pak Rangga penulis 99 Cahaya di Langit Eropa di Dikpora. Aku sendiri merasakan BM untuk kedua kalinya, yang pertama sebagai peserta, yang kedua sebagai panitia. Syukurlah lancar meski jujur tidak mudah meng-uphigh sesuatu untuk kedua kalinya apalagi jika yang pertama udah sukses, banyak yang merasa BM#2 ini kurang feel, masih banyak lah sederet evaluasi. Yang jelas aku mengorbankan sebuah agenda besar buat BM#2 terlepas pada kurang puasnya panitia. Buatku 99 Cahaya ini buku yang inspiratif, apalagi Pak Rangga itu dosen di kampusku. Melihat latar belakang perjalanan beliau dari ITB hingga MM dan S3 di Austria kalu tidak salah, adalah perjalanan yang luar biasa ketika mereka berdua membuat sebuah perjalanan menapak tilas kejayaan islam.

Maret -Seneng2nya belajar Psikologi Dasar :) Terinspirasi seorang ibu, dosen akuntansi yang akhwat banget, Bu Wiwin. Gara2 HP ku bunyi di kelas beliau aku nraktir sekelas, akhirnya sih cuma beli kue brownies. HP bunyi juga disebabkan oleh suatu hal yang ga mutu, awalnya udah di-off kan, eh pas ditaruh kena tangan dan malah nyala dengan bunyi khas ketika hp nokia jadul pertama kali dinyalain itu lho. payah yah.


April - hectic IASC.


Mei - IASC 2012 International Accounting Student Conference. IASC Rangers- Mas Boy, Mb Hesti, Mas Irwan, Abu, dan Isna. Ya Tuhaan, ini bener2 acara bikin nangis. Mulai dari ngurusin seleksi notulen, trus betapa banyak hal yang bermasalah, namun alhamdulillah di akhirnya melegakan melihat senyuman para peserta. Gara2 ini juga gue banyak dipandang bermasalah sama dosen. Dan yang paling menyakitkan saat masalah tsb di-blow up oleh beliau. Dengan ending antiklimaks. Beliau dosen yang sangat saya kagumi sebgai seorang maba krn cara mengajarnya beggitu menantang, seorang muda, enerjik, cerdas, fast teaching, challenging, yang saya kagumi karena saya yang malesan ini bisa semangat banget di kelas matematika ekonomi. bahkan paling sering unjuk gigi, krena hanya di kelas ini saya menemukan gairah belajar dan alhamdulillah dikasih A. Meski beliau pernah berjanji pada yang bisa ngerjain soalnya dg cepat di papan tulis bakal dijajain dan saya memilih utnuk diam mengikhlaskan tidka menagihnya karena saya merasa nggak pantes toh saya juga biaas2 aja bukan jenius ato anak emas, beliau ga subjektif pasalnya. jadi kemungkinan terbesar beliau nggak kenal saya. Makanya pas insiden besra terjadi, slepas IASC berakhir, saya hampiri beliau saat breakfast di kafet, tersenyum bersahabat masih sama seperti pertama kali ketemu, hingga akhirnya beliau shock ketika baru sadar yang selama ini diserangnya (maksud baik mengevaluasi kami) adalah saya. Dan beliau tampak menyesal karena saya adalah maba yang di kelasnya selalu menjawab soal2. Sayang sekali beliau baru menyadari anak itu adalah saya, Bagaimanapun itu pelajaran berharga dari beliau, meski nama baik sedikit tercemar setidaknya ada pelajarannya. masa2 nakal saya, pernah bersitegang debat sama dosen ekonomika makro hanya karena idealisme saya. beruntung beliau masih sudi mengasih A- pada anak yang sudah keterlaluan mungkin buat beliau, tentu saja semua karena saya belajar keras.


Juni - 99 Cahaya Dari Padmanaba untuk Dunia, saya bersama teman2 mentoring lainnya.

Juli -  Libur Future Leader Summit, berkelana di Semarang, ketemu orang2 komunitas2 keren, sayang ketika saya ingin ajak teman2 di komunitas belum ada yang menyambut dg semnagat, alhasil sy berangkta dg teman2 dr tim lain, teman2 ugm.


Agustus - Ramadhan. Eid Mubarak!


September - Semester Baru :D


Oktober - SETY 2012 Sharia Economics This Year :") Pelajaran soal memberi di saat kita tak memilii=ki sekalipun.


November - Lupa, hectic LPJ.

Desember - KIB Kajian Intelektual Bersatu OJK BEM HMJ LK FEB, stress berat tiba2 diamanahin Acara menggantikan kawan2 lainnya. Overwhelming. SEF di hati kami. Rempong dari satu ATM ke ATM lain...








Saturday, December 29, 2012

Sastra Antara Cinta, Nada, dan Doa

Sebuah Anak Pena

Aku adalah sebuah anak pena
yang terlahir dari rahimmu
aku adalah untaian kata-kata
membentang selaksa samudera

Aku adalah anak pena
meski tak tahu cara merangkai kata
bagaimana cara mengeja
apa arti cinta

Aku adalah tinta yang menyala
dalam setiap tetes darahmu
dalam air mata dan cinta

Aku adalah mata pena
melesat jauh ke angkasa
oh adakah kau melihatnya

***
A Pen Child

I am a little pen child
born out of your cervix
I am the flowing words
wide as if the ocean

I am the little pen child
eventhough I cannot arrange words
how to spell
what love really means

I am the glowing ink
in every drop of your blood
in tears and love

I am the eyes of pen child
fly over the sky
oh do you see?

Yogyakarta,31 Juli 2012
 
*** 
#hanya cuplikan dari salah satu karya Harmoni Jiwa. Semoga.

Sobat, sudah hampir satu tahun Nurisma Najma mulai mengumpulkan tulisan-tulisannya yang berserakan. Selain menuh-menuhin memori laptop yang makin usang, sepertinya akan lebih bermakna jika dibaca, dari pada terlupakan atau bahkan hilang. Tapi sama sekali tak tahu bagaimana mengkristalkan tulisan2 itu, satu per satu jurnal dari semenjak SD entah dibuang ke mana. Ya, saya saat ini lebih lama menghabiskan waktu di luar rumah, karena saya tinggal bersama teman2 saya, sehingga ketika orang2 di rumah menjual barang2 bekas (loak) mereka tidak tahu barangkali di antara tumpukan itu adalah jurnal yang saya simpan dari SD. Sedih sekali bukan? Pernah ada harapan untuk menghadiahkan antologi Harmoni Jiwa untuk ibu. Yah, apapun deh namanya, meskipun saya tahu tulisan saya buat mereka tak ubahnya dengan hanyalah tumpukan sampah yang hanya memenuhi kamar, semakin tua dimakan usia, dan menambah jumlah barang loakan. M

Mungkin udah banyak ya penulis yang punya ide semacam saya, mengharmonikan sastra dengan nada bahkan visualisasinya. Sebut saja Dee. Atau penulis yang akhir2 ini benar2 membuat harapan itu kembali menyala berkat proyeknya yang luar biasa, Revolver. Hmmm proyek ini bikin saya tambah iri, iri untuk mencari gimana caranya tidak mau kalah untuk berkarya. Mungkin beberapa kali saya akan cuplik tulisan2 di blog ini, biar rame juga sih. Tapi yang jelas Fahd Djibran menampar saya keras2 tentang jatuh bangunnya dalam proyek Revolver. Ya, dia tak bisa melakukannya sendiri. Dia hanya penulis dengan gaya menulis yang bisa kubilang "gue banget" selain juga researcher di LIPI. Dia bukan musisi, maka nada hanya berdenting di tangan musisi. Dia bukan desainer ataupun sineas, maka kata-kata itu tidak mampu tervisualisasi secara sempurna di tangannya sendiri. Begitulah, dia bercerita tentang perjalanan proyeknya. Sayang dia belum tau ada anak ingusan yang sedari kecil punya mimpi yang sama, setidaknya sejak ia duduk di bangku SD dan mengenal sastrawan-sastarawan fenomenal seperti Chairil Anwar, Sutan Takdir Alisjhbana, Sanusi Pane, WS Rendra, ataupun Taufik ismail lewat textbook dan antologi2 tua yang ada di perpustakaan. Andai saja saya bisa bertemu dengan Fahd Djibran, saya ingin belajar banyak darinya, bagaimana meriset yang oke, terutama riset yang berfokus pada sosial ekonomi bangsa ini, seperti bermain2 dengan grafik di kelas Prof. Mudrajad Kuncoro yang berkesan karena saya adalah presenter pertama yang mengajukan diri yang sok banget yah baru tau rasa deh dicecar habis2an dijatuhkan dengan keterbatasan analisis ekonomi saya, ya mungkin pengalaman pertama sebelum nanti saat sidang pendadaran yang sebenarnya saya lebih baik jatuh dari sekarang bukan? Supaya dua setengah tahun ke depan belajar lebih banyak. Selain riset, tentu saya ingin berbagi hobi dan kecintaan saya pada sastra, intinya saya suka tulisannya, gue banget, spertinya Fahd Djibran memang penulis banyak menginspirasi saya selain Dee, Muthmainnah, Andrea, dan kawan-kawannya yang luar biasa.

Adakah yang tersengat semangatnya? Untuk sebuah proyek yang saya tidak tahu apa namanya, kristalisasi coretan yang berserakan, sebut saja dia adalah "Cinta, Nada, dan Doa dalam Sastra". Mungkin saja kita bisa berbagi atau mungkin kita bisa mewujudkannya bersama? :) Biidznillah..