Bila
suatu ketika
Ia
:kita
suatu ketika
Ia
:kita
Ada kalanya kita ingin pergi dari diri ini. Menyepi ke langit tertinggi. Dapatkah kutemui Engkau ya Rabbi? Dapatkah aku kembali kepada-Mu?
Dan, di sinilah aku kembali. Berharap untuk kembali kepada-Mu. Menyusuri setapak demi setapak jalan-Mu. Dalam hening. Dalam sepi. Dalam syahdu. Dalam rindu. Maafkan hamba-Mu ini.Semoga kita berjumpa lagi. Semoga Allah melindungi langkah kita di manapun.
Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurauan, perhiasan, dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.
Berlomba-lombalah kamu untuk mendapatkan ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.
(Al-Hadid: 20-21)