lovely picture

Friday, September 19, 2014

The Journey, This Way!


Verily, in the creation of the heavens and the earth, and in the alternation of night and day, and the ships which sail through the sea with that which is of use to mankind, and the water which Allah sends down from the sky and makes the earth alive therewith after its death, and the moving creatures of all kinds that He has spread therein, and in the veering of winds and clouds which are held between the sky and the earth, are indeed signs for people of understanding.
(Al Baqarah: 164)



The journey, this way, seems so far away. 
Yet, you! Yes, you! Don't you give up anyway. 
For Allah promises, there is a finite end to this. 
Whether it be happy or misery after all, you decide which way.



Be grateful, be strong. Keep going on.
It is always fine to find some resting place to keep the remembrance. 
Verily, only the remembrance will the heart find home, 
the peaceful resting place to be at last.




Thursday, September 11, 2014

Mahabbatullah

"Aku sesuai dengan prasangkaan hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku selalu bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku pun akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu jemaah manusia, maka Aku pun akan mengingatnya dalam suatu kumpulan makhluk yang lebih baik dari mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal maka Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati0-Ku sehasta maka Aku akan mendekantinya sedepa. Dan apabila dia mendatangi-ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari." (HR Muslim)

Mahabbah itu ibarat pohon (kecintaan) dalam hati, akarnya adalah merendahkan diri di hadapan Dzat yang dicintainya, batangnya adalah ma’rifah kepada-Nya, rantingnya adalah rasa takut kepada siksa-Nya, daunnya adalah rasa malu terhadap-Nya, buah yang dihasilkan adalah taat kepada-Nya, bahan penyiramnya adalah dzikir kepada-Nya; kapan saja jika amalan-amalan tersebut berkurang maka berkurang pulalah mahabbahnya kepada Allah.  (Ibnu Qayyim)

Taqwa adalah meninggalkan apa-apa yang dimaui oleh hawa nafsumu, karena engkau takut. Takut kepada Allah, ridha dengan ketentuan-Nya, dan mempersiapkan diri untuk menghadapi hari kiamat nanti. (Imam Ahmad bin Hambal)

Dan dia bersamamu di mana saja kamu berada. Dan Allah melihat apa-apa yang kamu kerjakan. (Al Hadid:4)

Terima kasih sahabat, nasihatmu selalu menyejukkan. Betapapun aku selalu jatuh. Astaghfirullaah banyak sekali dosa bahkan yang terlihat karena tersimpan dalam-dalam.. Terima kasih sahabat untuk selalu ada, menunjukkan secercah cahaya, menuntun langkah ini untuk selalu kembali. Semoga Allah melindungi kita di manapun dan kapanpun.

"Jika kau jatuh cinta pada seseorang, sesungguhnya Allah tengah menguji seberapa besar cintamu kepada-Nya."

"Jalanilah hidup tanpa logika sebab semuanya akan berjalan di luar logika." 

Untuk kalian yang merasa hilang arah, galau, atau apapun. Ada sebuah kisah yang indah yang ditulis seorang kawan yang kemudian diangkat menjadi sebuah film yang digarap bersama orang-orang kreatif keren dunia akhirat. Sebuah film produksi Sm@rt Syuhada, Sahabat Pelajar Jogja. Meskipun sudah lamaaaa sekali, film ini selalu memberi saya pelajaran dan megingatkan saya. Bahwa ada yang memegang hati setiap manusia. Dialah Allah, Maha dari segala Maha. Mahabbatullah.

Saya belajar banyaaak sekali dari proses pembuatan film ini. Menjiwai setiap baris kata, pesan, dan ayat yang disampaikan ke dalam kehidupan yang sesungguhnya. Memang tak mudah mengaplikasikannya. Selalu butuh proses. Untuk menterapi hati. Sesungguhnya hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram.

Betapa saya harus belajar banyak dari kisah Aini. Ceritanya sangat universal, sederhana, dan mengena. Judulnya unyu banget. Cinta Roller Coaster. Film ini bercerita tentang kehidupan anak SMA yang ber-setting di SMA 1 Yogyakarta. Meskipun ber-setting di SMA 1, kisah ini sungguh universal dan sangat relevan bagi anak-anak muda di manapun, khususnya yang sedang mencari jati diri. Mencari makna Cinta yang sesungguhnya. 

Untuk potongan baris, kuotasi, dan ayat yang mengena sudah pernah saya tulis di blog melalui link berikut ini... http://nurisma-najma.blogspot.com/2013/07/ketika-cinta-memanggil-rindu-rindu-rabb.html
Semoga mencerahkan. :)

Wednesday, September 10, 2014

Notes on Strategic Thinking

Setelah mengambil mata kuliah akuntansi manajemen di kelas bu Wulan saya mulai menikmati sisi challengingdan menyenangkan dari akuntansi dua semester yang lalu. Sisi menarik tersebut berasal dari penggunaan informasi akuntansi secara internal dalam akuntansi manajemen. Ya bagaimana tidak menarik, di sana tidak ada standar baku layaknya SAK atau PABU atau GAAP. Alasan mengapa tidak ada standar baku dalam akuntansi manajemen ialah masingmasing entitas bisnis memiliki corporate culture, visi, misi, dan strategi yang berbeda sehingga akuntansi manajemen menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi internal perusahaan. Hal ini akan sangat berbeda dalam pengelolaan informasi akuntansi bagi external user yang membutuhkan sebuah penilaian berdasarkan standar baku.

Strategic management menjadi mata kuliah pilihan setelah cukup berkutat dengan akuntansi manajemen lanjutan (akuntansi manajemen startejik). Alhamdulillaah mendapat kesempatan belajar dengan CEO langsung, Dr. Rangga Almahendra, S.T., M.M. Orang yang pertama kali saya kenal justru lewat tulisannya, 99 Cahaya di Langit Eropa yang kemudian mempertemukan saya dnegan mbak Hanum dan pak Rangga di sebuah acara penulisan 99 Cahaya di Langit Eropa bersama Komunitas Penulis Pelajar dan mengundang beliau pulang ke almamater padmanaba. Bersyukur rasanya berkesempatan mengenal orang2 keren ini,

Mata kuliahmata kuliah ini memang tidak wajib alias pilihan. Mengapa saya memilih dan tertarik belajar di mata kuliah ini? Salah satu alasannya (penerapan dari strategic management) ialah misi untuk memiliki kompetensi manajemen dan akuntansi manajemen stratejik dalam mendukung visi jangka panjang untuk merealisasikansebuah cita-cita. 

Sebuaheducational institution yang memiliki values yang bersifat holistic yang menjadi pusat peradaban di berbagai sudut dunia (global) dalam 30 tahun. Masih abstrak mungkin ya, intinya sih mencoba bisa sevisioner CEO Coca Cola yang ditayangkan dalam video di kelas bahwa visinya adalah menjadikan coca cola sebagai the number one beverage in the world menggantikan teh, wine, bahkan air putih dengan softdrink. Visi yang barangkali gila. Tapi alasan 30 tahun ini ialah sebuah early education yang dirancang bertahap untuk kemudian akan mencetak para pemimpin (khalifatufil’ardh). Mungkin konsep yang masih amat snagat abstrak. Tapi itulah cita-cita yang ingin sekali dapat diwujudkan dalam sisa hayat nanti.

Salah satu hal menarik dari akuntansi adalah kemampuan akuntansi dalam mengontrol atau mengendalikan perilaku manajemen maka mata kuliah advanced dari akuntansi manajameen adalah sistem pengendalian manajemen (management control system) yang merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana mengatur perilaku manajer dan starteginya. Ilmu wajib dan menjadi salah satu mata kuliah untuk ujian kompre Akuntansi. Mata kuliah ini justru tidak ditawarkan kepada mahasiswa manajemen. Di sanalah saya menemukan betapa akuntansi begitu powerful maka banyak yang menyebut CFO (Chief of Financial Officer) sebagai The Controller yang tak sesempit pandangan saya saat pertama kali mendapat kabar diterima di jurusan Akuntansi, jurusan yang saya masih amat sangat awam dan abu-abu.

Berikut ini saya akan berbagi tentang Strategic Management. Manajemen stratejik berguna untuk menjembatani berbagai kepentingan divisi sehingga mampu mengarahkan seluruh elemen entitas menuju goal yang ingin dicapai. Keputusan stratejik memiliki tiga ciri, yakni bersifat jangka panjang, membutuhkan sumber daya yang besar, dan melibatkan komitmen seluruh elemen. Contoh strategic decision adalah memutuskan industri mana kita akan bermain, strategi apakah cost leadership atau differentiation. 

Handrick & Friedrickson (2012) menyebutkan 5 elemen utama strategi yaitu (1) arena di mana kita berkompetisi, (2) staging (kapan mau move atau bergerak), (3) differentiation (nilai beda), (4) vehicles (sarana bagaiman untuk mencapainya, how to), dan (5) economic logic. 

Strategic formulation:
1. Misi -> reason for being, alasan memilih tujuan (visi), how and why.
2. Visi -> Close your eyes and think of what you want to be in the future.
3. Strategy -> how to achieve the vision 
4. Policy Kebijakan yang bersifat conditional dan diberikan kepada level fungsional sebagai upaya mengimplementasikan strategi

Sepertinya sharing materi akan kita lanjutkan lain waktu. Mata sudah mulai lelah hehe. 

Tuesday, September 2, 2014

Yang Tak Tersampaikan

Dear SLM-16,
Ada yang mungkin tak tersampaikan dari perjalanan singkat yang hanya secuil bagian dari sepanjang usia kita.

Semuanya dimulai dengan keterasingan saat kali pertama kita saling menyapa. Keraguan dan ketakutan yang diam-diam aku pendam.

Sekelumit cerita yang diwarnai canda tawa dan air mata. Pun dalam setiap benturan-benturan kepribadian dan pandangan, wajah pasrah lelah, serta keterdiaman di antara kita.
Barangkali ada yang tak tersampaikan. Yang tak terwakili hanya oleh kata terima kasih dan maaf sebesar-besarnya.

Semuanya, pada akhirnya bermuara pada perenungan.
Kita terlahir dalam persamaan dan perbedaan. Mencoba memahami setiap persamaan dan perbedaan, dan segala ketidaksempurnaan.

Meski tetap saja aku tahu, aku tak benar-benar sempurna dalam memahami segalanya. Selalu saja ada yang membuatku lupa, khilaf, dan keras kepala. Yang pastinya menjadikan kekecewaan dan keterlukaan. Yang barangkali bahkan tak pernah kusadari. Terima kasih karena telah merelakan semuanya.
Terima kasih atas tujuh pekan yang telah kalian relakan dan pelajaran yang kalian berikan. Atas segala pemakluman dan pengertian.
Kini semuanya telah usai. Namun, kita telah memulainya. Persaudaraan di antara kita. 

"we love each other because we are similar. 
we learn from each other because we are different." 



Terima kasih dokter Teti, meskipun belum bisa benar-benar mengenal secara personal L Saya selalu ingin mengenal ibu secara personal tapi tak pernah bisa tersampaikan. Ketika ibu tiba-tiba bergabung dg kami saat makan dan menanyakan kabar kami rasa-rasanya saya punya ibu lagi hehe. Sosok keibuan dokter sangat berkesan. Speechless sekali rasanya mendengar setiap wejangan ibu. Dan kata-kata ibu saat perpisahan adalah kata-kata defense yang pernah saya ucapkan dalam forum subunit jika teman-teman subunit msih ingat ketika kalian bertanya tentang ekspektasi kkn saya. Don’t we have this kind of invisible connection? Saya selalu berharap bisa belajar dan mengenal sosok seperti ibu secara personal karena saya selalu menemukan kearifan saat saya benar-benar mengenal guru-guru kami. Keterbatasan diri untuk bisa terbuka dengan orang baru apalagi dosen, dan waktulah yang mungkin tak bisa saya kendalikan yang membuat saya sangat menyesal.

Terima kasih spesial untuk teman-teman yang sdh memaklumi kerempongan saya. Maaf banget sdh bikin kalian rempong. 

Untuk kalian yang aku rempongin mulai dari hal kecil, kaya nolak tebengan motor atau bikin rempong saat membagi tebengan. Yang seringkali menyebabkan awkward moment. Jujur saya mati-matian belajar naik motor setelah lulus sma. Dan sampai sekarang cuma bisa dan berani naik motor yg saya pakai buat latihan dulu, motor butut ibu saya honda star  itu. Niat saya hanyalah tidak ingin tergantung orang lain dan melukai orang lain. Saya tidak ingin melukai jika harus menolak tebengan dan niat baik teman-teman laki-laki. Maafkan jika kalian sering merasa tidak dihargai atau merasa sulit memahami, tidak apa-apa itu memang cara saya menghargai kalian. Dan karena saya pun tak sempurna dalam memahami kalian.

InsyaAllah kerempongan dan awkward moment itu tdk ada niatan buruk. Namun, maaf saya tahu seringkali betapa keras kepalanya saya. Maaf ya dan terima kasih sdh memberikan pelajaran berarti. 

Belajar menempatkan diri. Masih gagal pada saat perpisahan kemarin. Saya hanya merenungi semuanya. Betapa singkat dan begitu banyak yg tak mampu saya lakukan untuk kalian. Sometimes that happens. Saya tidak tahu bagaimana. Maafkan jika kalian merasa tak berkenan dan tak nyaman. Mungkin saya harus berdiri terbalik agar air mata itu tidak tumpah seenaknya..

Untuk lima kembara Dukuh yang sudah mau membagi segalanya. Thanks for everything. Dan terima kasih memberikan banyak pemakluman pada kekurangan saya. 

Frankly, I was feeling down at the farewell. Looking back and finding that I haven’t done anything yet, or becoming the person I am supposed to be, just made me feel down. That’s why I try to find my own space. Not that I don’t want to be within the group, indeed I was trying to find a strength. Thank you for your effort to cheer me up. Not that I am too mellow for a goodbye. But, I was having such a contemplation my self during that farewell day.Hearing all the farewell messages from dokter Teti and all of you made me feel happy and sad at the same time. Maaf jika tdk berkenan dengan ketidakmampuan sy meng-handle every emotional moment. Saya telah berusaha tapi gagal. 

Untuk semuanya terima kasih ya. Maafkan saya yang banyak salah. I’m truly nothing without you all. I love you all. Selamat berjuang di jalan masing-masing. Sayonara :) 


Salam takzim.


Saturday, August 30, 2014

Maha Perencana


"Dan berencanalah kalian, Allah mmebuat rencana dan Allah sebaik-baik pembuat rencana." (Ali Imran:54)

"Innal muttaqina fiijannatin wa nahaarin fii maq’adis shidqin ‘inda malikin muqtadirin. Sesungguhnya orang-orang yg bertakwa itu berada di dalam taman-taman dan sungai-sungai, di tempat yang disenangi di sisi Allah Yang Maha Kuasa." (ayat terakhir dalam surat Al Qamar)

Baru saja menamatkan Mahkota Cahaya untuk Ayah Bunda. Rasanya jauh sekali dari seorang anak kecil sehebat Hafiz. Tidak ada kata terlambat hanya saja menjaga dan menambahnya tak semudah mengangankkannya.

Ada pesan moral menarik di bagian akhir buku itu yang sangat membuat saya merasa menapak tilas kejadian belakangan ini. Allah itu mengabulkan doa orang-orang yang berdoa dengan sungguh-sungguh. Ya, seandainya Allah belum berkenan mengabulkan doa yang kita panjatkan artinya Allah sedang mempersiapkan rencana indah lain untuk kita. Allah ingin kita berusaha lebih keras dan terus memohon kepadanya. Pesan moral itu tersampaikan lewat tekad Hafiz menamatkan hafalannya. Ketika sang kakek mahagurunya akhirnya pergi sebelum dia berhasil merampungkan dua juz, dia pun merasa bersalah dan bertekad untuk menggapai apa yang diharapkan kakek serta bapak ibu yang telah mendahuluinya. Yakni menjadi seorang hafizh yang menjaga hafalan Al Quran dan menghadiahkan mahkota cahaya untuk kedua ayah bunda.

Kisah itu menjadi menarik dengan adanya sebuah perspektif pendidikan, Hafiz yang dididik kakek satu-satunya untuk mengkhatamkan Al Quran terlebih dahulu baru kemudian diperbolehkan mengenyam bangku sekolah. Hafiz yang cerdas dan selalu ingin tahu begitu inginnya masuk bangku sekolah. Pertemuannya dnegan Pak jafar dan keisengannya belajar di bawah jendela demi mendengarkan apa yang diajarkan para guru di sekolah. Namun, sebelum ia mampu memenuhi syarat masuk sekolah dari kakeknya itu kakek telah pergi meninggalkannya. Di tengah kegundahan dan ketakutannya akan kegagalan mengkhatamkan dan menjaga amanah hafalan dari kakeknya, Hafiz memutuskan untuk nyantri ke kota di Surabaya. Ditinggal pergi sang kakek, hafalannya seperti tiba-tiba hilang. Dia jatuh sakit dan ketakutan. Pertama kalinya dalam hidupnya dia memutuskan menyelesaikan hafalan dengan mengikuti pesantren Ramadhan, ia pun pertama kalinya keluar dari pulau terpencil dan menyeberangi selat demi berguru di sebuah pesantren. Hafiz yang buta huruf karena tidak pernah mengenyam pendidikan sekolah formal itu pun mengalami lika-liku di tengah pengembaraannya. Mulai dari bertemu orang jahat, masuk kantor polisi, sampai bertemu dengan seorang Kak Faza yang kemudian menuntunnya ke jalan yang dia cari.

Kira-kira segitu dulu cuplikannya. Pesan moral itu sangat relevan dalam kehidupan keseharian manusia. Bahwa seringkali kita mengejar sesuatu entah yang berorientasi dunia maupun ukhrawi. Namun, sebaik-baiknya adalah segala urusan yang meskipun ia duniawi diniatkan untuk beribadah sehingga ukhrawinya pun dapat diraih. Pun ketika seorang Hafiz yang cita-citanya sederhana ingin sekolah seperti anak-anak lainnya maka dia harus mampu memenuhi amanah kakaeknya untuk mengkhatamkan al quran serta amanah orang tua yang mengidamkan anaknya menjadi hafizh sesuai namanya tak serta merta jalan yang di hadapannya lurus dan bebas hambatan. Niat suci itu pun tetap diuji sampai Allah memberikan bantuan lewat pertemuannya dengan Pino maupun Kak Faza yg bisa mengantarnya ke tempat tujuannya. Ya begitulah. Yakin saja Allah selalu siap memberikan bala bantuan. Selalu siap mengarahkan kepada jalan-Nya. Karena Allah dulu, Allah lagi, Allah terus, kata Yusuf mansur. Ya apapun rencana Allah. Meskipun kadang yang kita citakan tak terpenuhi, itu memang istimewanya kehidupan. Bahwa kadang kita begitu mengingkan atau menyukai sesuatu padahal belum tentu sesuatu itu baik untuk kita, dan kadang kita begitu membenci sesuatu padahal itu baik bagi kita. Allah tahu apa-apa yang terbaik untuk kita, yang paling kita butuhkan, sedangkan kita tidak mengetahuinya. This is such a lovely ayah regarding all the mysteries we found in life that the humankind cannot reveal the reasona why. It’s because Allah the One who knows the best, the best planner.

Tak pernah sebelumnyasaya membayangkan semua ini akan terjadi begitu mudah. Pengalaman pahit dengan beberapa insiden yang tidak diharapkan terjadi kadang membuat trauma tersendiri. Namun, Allah tahu apa yang saya butuhkan. Dan Allah tahu bahwa tak ada yang bisa membuat saya lebih tegar dari seorang lemah seperti saya melainkan ridha ibu yang menjadi ridha-Nya. Alhamdulillah, akhirnya dimudahkan untuk mendapat kesempatan  bisa belajar banyak dari beliau-beliau yang selalu menginspirasi sebelum tidak ada lagi kesempatan untuk benar-benar belajar dari beliau.


Untuk Ibu Wulan dan Pak Irfan yang saya rasakan seperti malaikat penolong yang dikirim sama Allah, terima kasih untuk semuanya. Tidak tahu lagi bagaimana membalas kebaikan beliau-beliau, semoiga Allah melimpahkan rahmat dan pertolongan pada beliau2. Pada titik di mana saya sedang mencari jalan dan pencerahan, Alhamdulillah wa syukurillaah. J Bismillah mohon doanya bisa menjaga amanah dari ibu Wulan, bisa belajar lebih dari teori yang mengendap di buku Horngren, tetapi nilai yang bisa diambil dari kesempatan belajar ini, pembelajaran hidup kini dan nanti.  Bisa juga membagi manfaat untuk mahasiswa yang sedang berjuang untuk mempelajari ilmu ini. Ilmu yang multiperspektif, dapat dilihat sebagai (1) seni karena adanyasubjective judgment, (2) science-ilmu karena dapat dikembangkan secara ilmiah melalui hipotesis dan pengujiannya, dan (3) technocracy yang bersifat preskriptif dan regulatif. Ilmu yang dimuat dalam ayat terpanjang di dalam al quran (al baqarah:282). Ilmu yang di zaman nabi begitu mulia sehingga hanya para hafizh/ah yang mampu mengemban amanah dalam ilmu tersebut. Accountics atau accountology menurut istilah Bambang Sudibyo dalam Teori Akuntansi. Ya, embrio pemikiran kompleks sebuah positivisme dari sekedar accounting yang normatif.
Ridha Allah, bisakah kita raih hanya dengan logika dan hitungan manusia?Apalah artinya jika masih saja memikirkan kepentingan diri sendiri. Jleb. Niat dan tawakkal. (Catatan pencerahahan dari pak Irfan sekembali ke kampus. KKN benar-benar membuat saya kangen kuliah hehe. Terima kasih banyak Pak Irfan :)) 

Wednesday, August 20, 2014

Keajaiban-Keajaiban

Teruntuk kawan seperjuangan,
Selamat membuka lembaran baru perjuangan. Selamat berkarya permata-permata bangsa!
Pada titik manapun kita berada, di belahan bumi manapun kita berjalan, di puncak manapun kita berpijak kini, selamanya kita saudara seperjuangan. Melangkah di atas bumi yang sama, menatap langit yang sama, dan mensujudkan diri untuk selalu kembali kepada-Nya.

Semoga pengembaraan ilmu menjadi rahmat bagi semesta. Keyakinan dan doa semoga menguatkan setiap langkah. Barakallaah, blessing’s in your graduation day. May Allah bless you all the way.

Akan merindukan sosok-sosok kalian, teman-teman. Sama seperti ketika saya menginjak tahun terakhir sma. Doakan saya tahun depan mengikuti jejak kalian.

Haru. Begitulah rasanya melihat kawan-kawan seprjuangan telah menuntaskan studinya. Saya harus berjuang lebih keras. Setiap orang memiliki jalan masing-masing dalam hidupnya. Dan ijinkan saya ya Allah mengikuti jejak mereka, menyelesaikan studi dan memberikan yang terbaik untuk kedua orang tua saya.

Selepas bertemu kawan-kawan, saya melangkah ke FEB. Ah saya lupa, banyak mahasiswa baru yang sedang menghabiskan makan siang di sepanjang selasar. Wajah-wajah baru dan perasaan terdalam itu ialah tiba saatnya menjadi angkatan senior. Menyapa beberapa junior yang terheran-heran melihat saya berkeliaran di kampus hehe.

Selepas dhuhur, saya menyusuri lantai dua sayap selatan. Berkali-kali melongok ke ruang sekber. Sepi. Iya ini masih jam 12.20, tampaknya masih istirahat. Mengitari lantai dua dan mengingat kejadian beberapa hari yang lalu. Ketika pertama kali ke kampus untuk mengurus administrasi asisten setelah hampir dua bulan, saya menemui akademik ada Pak Yoga dkk yang saya salami. Miris juga komentar yang terlontar dari beliau. "Kok makin kecil aja?" Saya balas dengan senyum. "Iya Pak, namanya juga lagi KKN. Terakhir menimbang berat badan saat membantu posyandu balita di Dusun Drono. Ya, turun lima kilogram. Tapi lucu juga sekarang malah jadi akrab dan melucu dengan beliau padahal waktu masih maba hal yang paling mengganjal adalah ketika harus berhadapan dg akademik karena pelayanan yang bagi sy yang masih maba saat itu merasa kurang dihargai. Tak kenal maka tak sayang. Setelah megenal baik ternyata beliau-beliau sanagt menyenangkan. Jadi malu karena pernah bersitegang ketika kami mengurus ijin ruang. Alhamdulillah sepertinya kejadian sekian lama itu sdh sama-sama dimaklumi.

Di ruang sekber saat tengah mengisi beberapa berkas, seseorang menyapa, "Anda semester depan mau jadi asisten siapa Mbak? Sebelum saya menjawab beliau menimpali. Mau jadi asisten saya Mbak?" Saya mendongak terkaget-kaget. Speechless. "Wah iya baik Bu. Dengan senang hati Bu. Kalau begitu saya tulis rekomendasi atas nama Ibu ya?" "Iya ditulis saja begitu." Alhamdulillaah batin saya. Bertemu dg orang yg tepat pada saat yg tepat. Allah itu sutradara paling keren memang.

Ikatan batin saya seringkali selalu lebih kuat dengan pengajar wanita entah kenapa mungkin krn mereka begitu keibuan. Pengajar bapak-bapak juga beberapa sangat berkesan seperti pak Jumiran, pak Hamid, pak Irfan, pak Elan, pak Akbar dll. Beruntung sekali pernah bertemu mereka. Semester depan mungkin sudah tidak bisa lagi bertemu ibu Wiwin. Beliau sosok yang tak pernah saya bayangkan adadi kampus seperti ini. Beliau pernah saya tulis dalam blog juga. Ketika saya pikir kampus ini sesuai dengan citra dari luar yang melihatnya sanagt borju, kapitalis, atau apalah yang semacam itu. Di sisni saya menemukan sosok yang meneduhkan seperti bu Wiwin dan bu Wulan juga. Semester lalu baru mendapat kabar Bu Wiwin mundur dari dosen karena ingin menjadi istri yang baik. Jleb. Beliau pernah curhat dnegan saya tentang anaknya yang masih kecil yg tdk bisa ditinggal ketika beliau mendiskusikan jadwal konferensi suatu ketika. Dan akhirnya beliau benar2 akan kembali kerumah dan mungkin sulit untuk ditemui sosoknya di kampus. Syukurlah pernah mendapat kelas beliau. 

Suatu ketika saya mendapat nilai jelek di Akuntansi Keunagn Menengah II. Saya tidak tahu kenapa saya sangat tertekan di kelas tsb. Jadwal yang sangat tentatif, bahkan kelas bisa selesai jam 8 malam meskipun peraturan fakultas sdh berubah ya krn jadwal dosen yg sulit. Pernah juga segelas air mineral melayang menabrak tembok di kelas itu. Sangat mencekam. Saya benar-benar tdk merasa enjoy di kelas tsb. Akhirnya saya merasakan yg namanya kegagalan. Saya pun mengulang mata kuliah itu di kelas AKM II Ibu Wiwin, alhamdulillah hikmahnya jadi bs ketemu ibu keren dunia akhirat itu. Terimakasih ibu, atas inspirasi dan pelajaran yang diberika. Saya selalu kagum dg cara ibu membuat kami belajar dan memahami materi dg mudah :") Saya sangat berterima kasih pernah bertemu dan belajar dari ibu. Di manapun ibu berkarya kini, ibu telah melakukan dan meimilih yang terbaik. Semoga Allah ridha dg keputusan ibu. Semoga menjadi keputusan terbaik ya meskipun akan banyak anak-anak Akuntansi yg kehilangan dan merindukan sosok ibu di kampus.