lovely picture

Sunday, October 12, 2014

Untuk Kawan Pertama: Sebuah Doa

Kita mungkin bukan sepasang merpati yang selalu terbang bersama
Bukan sepasang kekasih dengan kata-kata romantis setiap harinya 
Tetapi kita sepasang manusia yang terlahir untuk saling melengkapi
Bahwa aku mungkin kadang terlalu berlebihan
Memaknai dan menilai arti cinta di antara kita
Padahal sejatinya ia terlalu sederhana dan mulia

Panggilan konyol di antara kita
Perang bantal dan rebutan guling
Apa kau ingat semuanya
Sebab kau teman pertamaku sejak aku terlahir di dunia
Mungkin hal-hal bodoh itu tinggal kenangan 
Setiap detik yang kita habiskan itu terkadang 
Meski seperti kenangan masa lalu
adalah kawan yang selalu membuatku rindu
Untuk memutar waktu, kembali ke masa itu

Kita mungkin bukan sepasang merpati yang selalu terbang bersama
Tetapi terima kasih telah membagi sayapmu
Pada saat-saat di mana kau yang paling tahu sayapku terlalu lemah
Ketika aku pun barangkali bukanlah yang paling menguatkanmu
Ya, kita mungkin bukan sepasang kekasih dengan kata-kata romantis setiap harinya
Tetapi semoga Allah menjaga kita dalam doa-doa yang tak kasat mata.

Selamat berjuang untuk salah satu ujian dan mimpi besar itu, Mbak! 
Semoga setiap usaha dan doa dijawab Allah dengan sebaik-baik takdir. 
Kau kawan pertama dan terbaik yang pernah ada,
apapun penilaian yang mungkin orang berikan di antara kita. 
Maafkan atas segala kesalahan dan ketidaksempurnaanku. 
Semoga pertengkara yang pernah ada, kekonyolan di antara kita, 
menjadi warna-warni yang melengkapi perjalanan hidup kita.


Perjalanan terakhir bersama: Guci






2 comments:

  1. makasih ya...terharu..mksh doanya dan berbagi hari"nya selama ini..keluarga teman pertama dan insyaAllah smpai nanti jg akan selalu menemani..msh minta doa nih smg lanjut ke tahap selanjutnya..saingannya susah" ni..hehe...smg kamu jg dilancarkan ya

    xoxo ^^

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete